PROGRAM LAYANAN KESEJAHTERAAN MAHASISWA

INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Berikut prosedur permohonan bantuan biaya pengobatan karena kecelakaan dan bantuan biaya santunan meninggal dunia:

  1. Mahasiswa yang mengalami kecelakaan perlu dirawat inap di rumah sakit, dapat mengajukan permohonan bantuan biaya pengobatan dengan prosedur dan syarat-syarat seperti di bawah:

    PROSEDUR PERMOHONAN:
    A. Melaporkan kejadian yang dialami kepada petugas pelayanan Program Layanan Kesejahteraan Mahasiswa melalui email kemahasiswaan@ittelkom-pwt.ac.id

    B. Melampirkan berkas persyaratan yang diperlukan, yaitu:
  • Formulir yang sudah diunduh dan diisi lengkap; Pengunduhan formulir dapat diunduh di sini
  • Surat Keterangan Dokter dapat diunduh di sini;
  • Surat Keterangan Dokter yang menerangkan berapa persen tingkat cacat tetap (klik di sini);
  • Kwitansi asli biaya rawat inap dan pengobatan dari rumah sakit;
  • Surat Keterangan dari kepolisian;
  • Fotokopi Kartu Tanda Mahasiswa (KTM);
  • Fotokopi SIM;  
  • Fotokopi bagian depan Buku Tabungan dengan nomor rekening atas nama  pribadi;
  • Semua berkas persyaratan dikumpulkan melalui Unit Kesejahteraan Mahasiswa paling lambat 30 hari setelah mahasiswa mengalami kecelakaan.

    2. Mahasiswa yang meninggal dunia, pihak keluarga atau yang mewakili mengajukan permohonan biaya santunan meninggal dunia dengan prosedur dan syarat-syarat sebagai berikut:

    PROSEDUR PERMOHONAN:
    A. Melaporkan kejadian yang dialami kepada petugas pelayanan Program Layanan Kesejahteraan Mahasiswa melalui email kemahasiswaan@ittelkom-pwt.ac.id

    B.Melampirkan berkas persyaratan yang diperlukan, yaitu:
  • Formulir yang sudah diunduh dan diisi lengkap. Pengunduhan formulir dapat diunduh di sini.
  • Surat keterangan kematian dari desa/kelurahan;
  • Surat keterangan dokter dari rumah sakit (meninggal karena penyakit);
  • Surat keterangan dokter meninggal dunia karena kecelakaan. Pengunduhan formulir dapat diunduh di sini.
  • Kwitansi biaya rawat inap dan pengobatan dari rumah sakit;
  • Surat keterangan dari kepolisian (apabila meninggal karena kecelakaan);
  • Fotocopy Kartu Identitas Mahasiswa dan ahli waris;
  • Fotocopy Kartu Tanda Mahasiswa (KTM);
  • Fotocopy SIM (apabila meninggal karena kecelakaan lalu lintas);
  • Fotocopy Kartu Keluarga (KK);
  • Surat keterangan ahli waris yang disahkan oleh camat;
  • Fotokopi bagian depan Buku Tabungan dengan nomor rekening atas nama ahli waris;
  • Semua berkas persyaratan dikumpulkan melalui Unit Kesejahteraan Mahasiswa dalam waktu paling lambat 100 hari setelah tertanggung meninggal dunia.